Posts

Secuil Kisah Romantis di Rumah Sakit

Beberapa waktu yang lalu aku dua kali berkesempatan menjadi asisten penelitian kakak tingkatku. Keduanya sama-sama mengambil setting di rumah sakit, RS Akademik UGM dan RSUP dr. Sardjito. Meskipun hanya sebagai asisten, jujur kesempatan ini benar-benar menjadi pengalaman yang memberi kesan tersendiri bagi seorang mahasiswa yang tengah bertanya-tanya menebak masa depan ini.  Pertama, bulan februari hingga maret yang lalu aku membantu kakak tingkatku untuk mewawancarai pasien hemodialisa (atau sering dikenal pasien cuci darah). Bisakah kamu bayangkan jika setiap minggu seseorang mesti menjalani cuci darah dua kali tanpa boleh putus sekalipun? Sekalinya cuci darah bisa memakan waktu 3-4 jam dengan posisi terbaring/duduk. Tentunya cuci darah ini mesti mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Hal itu mesti menjadi rutinitas demi bertahan hidup. Jika putus sekali saja, nyawa yang jadi taruhannya akibat reaksi tubuh dengan zat-zat toksik.  Kedua, bulan juli hingga agustus ini di I...

Lomba

Image
Jika hidup adalah sebuah perlombaan maka siapakah jawaranya? Pikiran ini melayang tanpa kendali menuju pada pertanyaan itu. Sebuah pertanyaan yang bagiku seperti bumerang. Ku lontarkan dan ia kembali ke pertanyaan itu sendiri. Terpikirkan dan sekaligus terjawab dengan jelas. Abstrak memang, tapi itulah yang terjadi padaku.  Mungkin dirimu juga tengah berada dalam posisi sepertiku dimana hari-hari menjadi seperti sebuah arena kompetisi. Seakan tiap bangun dirimu mesti mengalahkan orang lain, padahal sejatinya tiada yang harus dikalahkan. Dirimu merasa terintimidasi oleh hadirnya seseorang yang bahkan mungkin tidak sama sekali ia berniat buruk padamu. Dirimu juga merasa jauh tertinggal oleh kebanyakan orang padahal nyatanya mereka dekat. Diriku merasakannya akhir-akhir ini. Melihat kawanku yang menang sebuah kompetisi ilmiah, diriku serasa jauh tertinggal. Melihat kawanku yang sudah menyelesaikan skripsi, diriku seperti dikejar oleh waktu. Melihat kawanku yang memperole...

Three Years As A Nursing Student

Image
Sekitar hampir dua yang lalu aku memposting tulisan ini,  A Year As A Nursing Student . Waktu dulu posting, niatnya sih kepengin posting regularly tiap tahun. Jadi bisa nyeritain tahun pertama, kedua, ketiga, sampai… tahun terakhir. Tapi ternyata niat itu nggak cukup kuat sampai-sampai nggak kerasa sekarang sudah hampir 3 tahun saja aku belajar di PSIK FK-KMK UGM (btw, nama fakultasnya sekarang berubah loh...). Tiga tahun ini, banyak banget cerita yang ingin aku tulis dan bagikan. Tapi sebelum menyempatkan diri buat menulis semua pengalaman-pengalaman yang worthy kemarin, pikiran-pikiran ini sudah dipenuhi pikiran baru lainnya. Alhasil, belum sempet deh, nulis apa aja yang aku dapatkan selama 3 tahun kemarin. GIliran pikiran-pikiran tentang perasaan yang kurang berfaedah muncul, langsung aku tulis dan posting… Haha... Tapi sekarang udah lumayan selo… Jadi untuk merealisasikan niat yang udah sejak dulu itu, I'll try to post my precious experiences and stories during my study in N...

Seratus Kata untuk Tuan

Tuan... Ijinkan saya untuk menuliskan sebuah pengakuan yang begitu sulit terucap. Semakin lama terpendam, semakin tidak karuan hidup saya. Semakin rapuh, semakin kecil dan semakin gila rasanya bertahan atas kenyataan ini. Saya telah lama menyadarkan sebuah asa untuk bisa bersisian mengiringi setiap langkah Tuan. Harapan yang sejak sewindu lalu saya cita-citakan. Tapi semakin saya berangan, semakin jauh dari kata pantas. Itulah mengapa saya ingin meluruhkan segala mimpi kosong ini. Agar damai dan bahagia hidup saya tanpa bayangan Tuan. Agar segala kesia-siaan yang telah lalu bisa tercurahkan untuk saya dan sekeliling. Segala yang kemudian semoga merupakan restu semesta. Wahai Tuan...

Bersama Hujan

Malam ini aku sendiri terduduk di serambi masjid kampusku. Menunggu hujan yang sejak ashar tadi entah kapan mereda. Sedikit kesal dengan diri ini yang lupa membawa payung. Padahal payungku kering tanpa setetes air pun di dalam jok motor. Hmmm selalu saja... "pas kita bawa payung, nggak hujan... eh pas nggak bawa payung, malah hujan" Sebenarnya aku ingin berlari menerjang hujan, tapi aku ingat bahwa ada barang mahal di dalam tasku ini yang tidak tahan dengan air. Sekali barang itu rusak, tamat sudah semua peranku. Setidaknya hujan menjadi pertanda bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk "kembali" mengintrospeksi diri sendiri. Ah ya... akhir-akhir ini entah kenapa aku sering sekali lupa. Lupa akan hal-hal kecil yang kalau lupa besar juga dampaknya. Aku lupa menaruh barang, aku lupa membawa barang, aku lupa akan mematikan alat dan Ya Allah... aku banyak lupa... Aku sendiri jujur belum mempelajari fisiologi perjalanan lupa. Yang jelas,  lupa-lupa ini cukup mengusi...

Dunia, Ini Sedikit Ceritaku

Hai Dunia... Malam ini aku ingin sedikit bercerita tentang hari kemarin Sepotong episode antara aku dan dia Tentu saja dia yang sudah mengisi hati ini sejak bertahun-tahun silam Hari kemarin mungkin memang sudah dituliskan oleh-Nya Hanya sebentar saja aku didekatnya membersamai kisah petualangan menelusuri sudut-sudutmu, Dunia Juga untuk mensyukuri nikmat-Nya Berada didekatnya aku seperti menjadi seseorang yang berbeda dari saat ini Apakah itu orang lain? Ataukah aku yang sesungguhnya? Entahlah, masih menjadi tanda tanya Yang jelas siapapun aku, ada rasa tenang, takjub, rindu dan tentunya sayang padanya Ah, sudahlah aku tak sanggup lagi bercerita, Dunia Ingin sangat aku bercerita banyak bersamamya Apalagi mengungkapkan dengan tutur kata bahwa aku bahagia berada di dekatnya Semoga diizinkan oleh-Nya Aamiin

Baru

Image
Kita sudah melalui hari-hari di 2018 ini ya... Apakah terlambat untuk mengatakan "selamat tahun baru"? Sepertinya tidak.  Walaupun jujur tidak ada sesuatu yang begitu special, aku rasa nggak salah jika kita memulai sesuatu yang baru ^^ Maaf, tulisan dan gambar cukup nggak jelas.. intinya, selamat berproses bersama di 2018 ini ^^